Ketahui Cara Membuat Laporan Keuangan Untuk Usaha

07 Februari 2025
Cara membuat laporan keuangan untuk usaha

Mengelola keuangan merupakan hal yang sangat penting bagi Sobat Folio dalam menjalankan usaha. Untuk memastikan kondisi keuangan usaha dalam keadaan baik, Sobat Folio perlu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan berperan sebagai alat untuk memantau kesehatan finansial usaha serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan strategis.

Langkah-langkah dalam menyusun laporan keuangan meliputi: mengumpulkan dan mencatat data transaksi, memindahkan data tersebut ke dalam buku besar, menyusun neraca saldo, membuat jurnal penyesuaian, hingga akhirnya menyusun laporan keuangan yang lengkap.

Catatan yang Harus Ada dalam Laporan Keuangan

Untuk memastikan laporan keuangan yang Sobat Folio lengkap dan mudah dipahami maka catatlah setiap elemen dengan jelas dan rapi. Berikut ini adalah beberapa catatan utama yang harus ada di laporan keuangan:

Catatan transaksi pemasukan

Catatlah semua transaksi pendapatan yang diperoleh dalam usaha, seperti penjualan produk atau jasa, pembayaran piutang, atau investasi dari investor. Pastikan untuk mencatat tanggal, jumlah pemasukan, dan sumbernya. Catatan yang rapi akan memudahkan Sobat Folio untuk menyusun laporan laba rugi.

Catatan transaksi pengeluaran

Sama pentingnya dengan pemasukan, Sobat Folio juga perlu untuk mencatat semua pengeluaran yang terjadi. Seperti misalnya, biaya operasional, pembelian bahan baku, gaji karyawan, atau lainnya. Catatan ini berfungsi agar Sobat Folio dapat mengindetifikasi pengeluaran yang perlu dioptimalkan sehingga dapat menyeimbangkan dengan kas di akhir periode.

Catatan stok barang

Walaupun catatan stok barang tidak memuat keuangan, tetapi alangkah baiknya jika Sobat Folio tahu bagaimana keluar dan masuknya barang. Catatan ini membantu untuk memantau pergerakan barang, persediaan barang, sehingga Sobat Folio tahu kapan harus restok atau mengurangi stok barang yang berlebih. Informasi ini juga berguna untuk laporan neraca karena stok barang termasuk ke dalam aset usaha. Jika Sobat Folio belum mempunyai catatan laporan stok barang, yuk, baca artikel ini untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya : Cara Membuat Laporan Stok Barang yang Efektif untuk Bisnis.

Catatan daftar inventaris barang pada usaha

Tidak hanya stok barang, Sobat Folio juga perlu mencatat inventaris barang – barang yang digunakan dalam operasional usaha baik itu yang dibeli secara mandiri maupun yang diperoleh melalui hibah, seperti misalnya peralatan kantor, mesin produksi, atau kendaraan operasional. Catatan ini membantu bahwa aset tetap usaha tercatat dengan baik dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Catatan kas utama

Catatan kas utama menjadi elemen kunci dan terakhir dan yang perlu ada dalam laporan keuangan. Catatan ini mencakup seluruh transaksi pemasukan dan pengeluaran dari uang atau barang. Dengan mencatat kas utama secara rutin, Sobat Folio dapat memastikan bahwa semua transaksi keuangan tercatat dan tidak ada yang terlewat.

Cara Membuat Laporan Keuangan

Intinya untuk membuat laporan keuangan, Sobat Folio harus tahu terlebih dahulu untuk memisahkan antara pemasukan dan pengeluaran atau beban. Berikut ini cara untuk membuat laporan keuangan usaha:

  • Mengumpulkan data transaksi pemasukan dan pengeluaran
  • Membuat catatan stok barang
  • Membuat catatan inventaris barang
  • Membuat catatan kas utama

Selanjutnya, langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan secara berurutan. Berikut tahapan yang perlu dilakukan:

Menyusun neraca saldo

Setelah mencatat semua transaksi bisnis, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun neraca saldo. Neraca saldo adalah daftar yang menunjukkan saldo akhir dari setiap akun di buku besar.

Yang bertujuan untuk memastikan bahwa total debit sama dengan total kredit. Jika hasil akhirnya tidak seimbang, maka ada kemungkinan terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi.

Neraca saldo ini menjadi acuan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dalam pembuatan laporan keuangan, seperti membuat jurnal penyesuaian.

Membuat jurnal penyesuaian

Isi dari jurnal penyesuaian ini adalah transaksi yang terlewat untuk dicatat atau belum sesuai dengan kondisi di akhir periode.

Untuk itu, jurnal ini bertujuan untuk memastikan semua pendapatan dan beban telah dicatat sesuai dengan periode akuntansi yang berlaku. Beberapa contoh penyesuaian yang perlu dilakukan antara lain:
  • Beban yang masih harus dibayar seperti gaji karyawan
  • Pendapatan diterima di muka
  • Penyusutan aset tetap, misalnya kendaraan atau peralatan bisnis yang harud dihitung penyusutannya untuk mencerminkan nilai sebenarnya.

Dengan menyusun jurnal penyesuaian laporan keuangan akan menggambarkan kondisi keuangan bisnis yang akurat dan jelas.

Menyusun neraca lajur atau lembar kerja

Setelah jurnal penyesuaian dibuat, langkah berikutnya adalah menyusun neraca lajur atau lembar kerja. Neraca ini berisi nomor akun, nama akun, neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, laporan laba rugi dan neraca bisnis. Dengan membuat neraca lajur akan memudahkan dalam menyusun laporan keuangan dan menemukan kesalahan dalam membuat jurnal penyesuaian.

Membuat laporan laba rugi, perubahan modal, atau laporan lainnya

Langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan utama seperti laporan laba rugi maupun laporan perubahan modal.

Dengan laporan laba rugi akan membantu Sobat Folio mengetahui apakah usaha menghasilkan keuntungan atau kerugian selama periode tertentu. Umumnya, laporan ini berisi informasi tentang beban, pendapatan, laba dan rugi bersih.

Sementara itu, laporan perubahan modal mencatat bagaimana modal usaha berubah akibat keuntungan, investasi baru, dan prive (pengambilan dana oleh pemilik).

Melakukan penyesuaian dan menutup rekening

Setelah sebelumnya jurnal penyesuaian telah dibuat, kemudian dibukukan ke rekening – rekening dalam buku besar, lalu dilakukan penyesuaian. 

Langkah selanjutnya yaitu membuat jurnal penutupan buku yang berfungsi untuk menutup semua rekening nominal ke rekening laba rugi. Proses ini untuk memastikan bahwa pendapatan dan beban telah diperhitungkan dengan benar sebelum memulai periode akuntansi berikutnya.

Menyusun neraca saldo setelah proses penutupan dilakukan

Setelah semua langkah sebelumnya selesai, langkah terakhir adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan untuk mengecek keseimbangan antara debit dan kredit.

Selain itu, neraca saldo setelah penutupan juga bertujuan untuk memastikan bahwa saldo akhir dari setiap akun telah sesuai, sehingga siap digunakan untuk periode akuntansi berikutnya.

Tips Membuat Laporan Keuangan yang Efektif

Agar laporan keuangan yang dibuat dapat digunakan secara efektif maka Sobat Folio memerlukan pemahaman yang baik jenis – jenis laporan keuangan serta mencatat transaksi dengan rapi. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Sobat Folio:

  • Ketahui dan pahami laporan keuangan yang mau dibuat, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.
  • Jadwalkan waktu khusus untuk menyusun laporan keuangan secara rutin, baik mingguan, bulanan, atau sesuai kebutuhan.
  • Gunakan format pencatatan yang mudah dipahami. Misalnya menggunakan buku manual, spreadsheet, atau software keuangan.
  • Jangan menunda untuk mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran untuk menghindari lupa atau data yang tidak akurat.
  • Agar laporan keuangan usaha tidak tercampur dengan keuangan pribadi maka gunakan rekening yang berbeda untuk keperluan Sobat Folio. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatur keuangan usaha dengan bijak. Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana cara mengatur keuangan usaha, yuk, baca artikel ini: 7 Cara Mengatur Keuangan Usaha dengan Bijak.

Sobat Folio dapat mempertimbangkan menggunakan software akuntansi yang membantu menyusun laporan secara otomatis. Selain menghemat waktu, software ini juga dapat meminimalkan kesalahan dalam pencatatan.

Membuat laporan keuangan yang rapi dan jelas sangat penting untuk mengetahui kondisi keuangan usaha Sobat Folio. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, menyusun buku kas, serta membuat laporan laba rugi dan neraca, Sobat Folio dapat dengan mudah mengelola bisnis dan mengambil keputusan yang tepat.

Agar pengelolaan bisnis lebih efektif dan efisien, Sobat Folio dapat menggunakan aplikasi kasir Foliopos yang membantu mencatat transaksi, membuat laporan keuangan, dan melihat data penjualan dengan cepat. Yuk, cari tahu lebih lanjut jenis-jenis laporan penjualan dari Foliopos yang dapat mendukung bisnis di sini: 9 Jenis Laporan Penjualan Foliopos yang Bakal Mempermudah Usaha Anda.

Whatsapp Sales Whatsapp Support 1 Whatsapp Support 2 Telephone Office